Provinsi NTT menjadi salah satu pilihan Kawasan Timur Indonesia (KTI) untuk menjadi lokasi pelaksanaan pilot program PNPM Agribisnis Perdesaan selain 3 (tiga) provinsi lain yaitu Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi tenggara. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, lokasi pilot program dilakukan di Kabupaten Ngada dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Kabupaten Ngada terletak di Pulau Flores, sementara Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terletak di pulau Timor. Di setiap Kabupaten hanya dipilih 3 (tiga) Kecamatan, di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dipilih 1) Kec. Kuan Fatu, 2) Kec. Amanuban Selatan, dan 3) Kec. Mollo Utara, di Kabupaten Ngada dipilih 1) Kec. Riung Barat, 2) Kec. Aimere, dan 3) Kec. Riung Barat. tentu, proses pemilihan lokasi wilayah intervensi pilot program berdasarkan atas pertimbangan-pertimbangan khusus misalnya: di wilayah yang menjadi lokasi pilot program merupakan wilayah yang menjadi pengelolaan program PNPM Mandiri Perdesaan, dan pertimbangan lainnya.

Dari segi lokasi, daya jelajah proses pemantauan, evaluasi dan konsolidasi dengan pemangku kepentingan di Kabupaten TTS relatif lebih mudah karena dapat ditempuh melalui jalan darat, sekitar 2-3 jam dari Kota Kupang -Ibukota Provinsi-. Namun, kondisi topografi yang berbukit di Kabupaten TTS rata-rata memang menjadi kendala tersendiri di lapangan. Sementara, Kabupaten Ngada hanya bisa ditempuh melalui jalur laut atau udara dan umumnya, untuk mempercepat waktu perjalanan maka digunakan jalur udara menuju ke Bandara Udara Kabupaten Ende atau bisa langung ke Bandara Udara di Kecamatan Soa-Kab. Ngada. Pemerintah daerah Kab. Ngada telah melakukan kerjasama sehingga tersedia penerbangan dari Kupang menuju ke Kab. Ngada.

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu lokasi pilot SADI dari empat Provinsi (4) lainnya di Indonesia Bagian Timur. Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan luas wilayah 47.349,90 km2, jumlah Kabupaten sebanyak 19 dan 1 kota Madya, terdiri dari 229 Kecamatan dan 2741 desa, jumlah penduduk 4.413.711 jiwa, 2.787.000 jiwa diantaranya adalah penduduk miskin atau 623.137 Rumah Tangga Miskin (RTM) Jumlah penduduk miskin tersebut adalah petani. Berdasarkan data BPS, 2004; 20% penduduk dengan tingkat pendapatan rendah, hanya mengkonsumsi 1571 Kkal per hari, kurang asupan kalori dari seharusnya 2100 Kkal perhari. Jumlah RTM di Perkotaan rata-rata mempunyai anggota 5,1 orang, sedangkan di perdesaan rata-rata mempunyai anggota 4,8 orang. Berikut merupakan beberapa potret yang menggambarkan kemiskinan di Kabupaten Ngada dan di Kab. Timor Tengah Selatan (TTS):

Gambar 1: Seorang Ibu rumah tangga miskin di Desa Kuan Fatu, Kecamatan Kuan Fatu yang memanfaatkan waktu luang dengan menenun kain

Gambar 2: Satu keluarga rumah tangga miskin di Desa Kakan, Kecamatan Kuan Fatu berpose di depan sebuah dapur. Mereka sedang melakukan pengasapan kopra.

Sebagaimana perekonomian di wilayah lain di Indonesia, perekonomian di Nusa Tenggara Timur pada dasarnya merupakan perekonomian agraris yang dicirikan dengan besarnya peranan sektor pertanian. Distribusi prosentase produk domestik regional bruto di sektor pertanian pada tahun 2001 sebesar 43,88%, 2002 : 43,65%, 2003 : 42,87, 2004 : 42,57%, 2005 : 41,39%, dan 2006 : 41,22 %. Terbaca bahwa, pada tahun 2005, peranan sektor pertanian menurun dari 41,39% menjadi 41,22% pada tahun 2006. walaupun demikian, peranan sektor pertanian tetap menjadi prioritas di Nusa Tenggara Timur sampai dengan akhir Tahun 2007. Secara umum pendapatan perkapita penduduk provinsi NTT pada tahun 2006 telah mencapai Rp.3.618.315. Angka ini sangat rendah dibandingkan dengan pendapatan per kapita nasional (Rp.13.190.387). Meskipun demikian, bila dibandingkan dengan tahun 2004, pendapatan per kapita Rp. 2.923.409, terjadi kenaikan yang cukup signifikan untuk ukuran Provinsi NTT. Jika dilihat dari pendapatan per kapita Kabupaten Ngada dan Timor tengah Selatan, Kabupaten Ngada memiliki pendapatan per kapita yang lebih tinggi daripada Kabupaten TTS, hal ini berlangsung berturut-turut sejak tahun 2001 s/d 2006 (Sumber: BPS Provinsi NTT, Tahun 2007).

Kabupaten Ngada, terletak diantara 8 – 9‘ lintang selatan dan 120’45’ – 121’50’ bujur timur. Bagian utara berbatasan dengan laut flores, bagian selatan berbatasan dengan laut Sawu, bagian Timur berbatasan dengan Kabupaten Nagekeo dan bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Manggarai. Kabupaten Ngada terdiri dari 9 Kecamatan, 70 Desa dan 16 Kelurahan. Luas wilayahnya 1.620,92 km2, dihuni oleh 134.127 jiwa pada tahun 2006. Termasuk iklim tropis sehingga perubahan suhu tidak dipengaruhi oleh pergantian musim, tapi ditentukan oleh perbedaan ketinggian dari permukaan laut. Kondisi tersebut merupakan salah satu faktor yang menentukan mata pencaharain penduduk dan jenis tanaman/ternak yang diusahakan atau dipelihara. Lokasi Kecamatan pilot di Kabupaten Ngada adalah Kecamatan Golewa, Kecamatan Aimere dan Kecamatan Riung Barat. Komoditas utama di tiga lokasi Kecamatan pilot SADI Kabupaten Ngada adalah: kopi, jambu mente, kakao, vanili, kemiri,pisang, sapi, dan babi.

Kabupaten Timor Tengah Selatan terletak pada 124 0.49 0.01 – 124 0.04’00’ bujur timur dan 9-10 lintang selatan. Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Timor Tengah Utara, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Kupang dan sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Belu, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kupang. Luas wilayah 3.947 Km2 yang keseluruhannya berupa daratan, terdiri dari 21 Kecamatan. Lokasi pilot SADI adalah Kecamatan Mollo Utara, Kuanfatu dan Amanuban Selatan. Komoditas utama di tiga lokasi kecamatan pilot SADI Kabupaten TTS adalah: Sapi Bali, Babi, Hortikultura, Kopra-minyak kelapa, dan tanaman pangan. -tito/jan2008-