Jakarta (ANTARA News) – Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengakui Indonesia saat ini kekurangan pelaku agribisnis meskipun merupakan negara agraris yang besar.

Ketika membuka Agrinex Expo 2008 di JCC, Jakarta, Jumat, Menteri menyatakan, pemain agribisnis Indonesia masih sangat sedikit dibandingkan negara kecil seperti Singapura yang memiliki pelaku agribisnis sangat besar.

“Kita ini negara yang besar tetapi pemain agrobisnisnya sedikit. Sedangkan Singapura negara kecil pemain agribisnisnya banyak,” katanya.

Menurut Mentan, potensi bisnis di bidang agribisnis sangat menggiurkan hal itu didasarkan pada proyeksi bahwa kebutuhan produksi pertanian ke depan terus meningkat, terutama untuk pangan dan energi.

“Saya berani jamin kalau agrobisnis itu adalah suatu bisnis yang menguntungkan, ke depannya permintaan produksi pertanian tidak akan turun,” katanya.

Sayangnya, tambah Anton, para pengusaha atau para pemodal di tanah air yang mau bergerak di bidang agribisnis masih sangat sedikit sehingga diperlukan upaya mendorong agar agribisnis menarik bagi pengusaha.

“Masih banyak yang menganggap bahwa pertanian itu bisnis yang tidak menguntungkan dan dinilai kuno,” katanya.

Mentan menegaskan hal itu tidak benar karena yang terjadi di lapangan justru tidak ada bisnis yang dalam empat bulan bisa menghasilkan keuntungan diatas 100 persen kecuali sektor pertanian termasuk jagung.

Namun demikian Anton mengakui, saat ini lahan pertanian di Indonesia masih terlalu kecil yakni hanya 20 juta ha sementara jumlah petani mencapai 25 juta sehingga kepemilikannya tidak seimbang. (*)

COPYRIGHT © 2008
http://www.antara.co.id/arc/2008/3/21/indonesia-kekurangan-pelaku-agribisnis/