PNPM-Jatim Online: Sejumlah staf Bank Dunia terjun langsung ke lokasi PNPM Mandiri Perdesaan dan pilot-pilot proyek di dalamnya, untuk melihat kemajuan pelaksanaan, kendala dan masalah yang dihadapi program. Misi supervisi ini dilakukan secara serentak di 15 provinsi sampel lokasi PNPM Mandiri, mulai 09-26 Mei 2008. Hasil dari misi ini salah satunya akan menjadi bahan bagi memo bantuan Bank Dunia bagi pelaksanaan PNPM di tahun mendatang.

Selain staf dari Bank Dunia, turut dalam misi tersebut adalah perwakilan dari Tim Koordinasi PNPM Mandiri Perdesaan, baik dari Bappenas, Departemen Keuangan, Departemen Dalam Negeri, serta Kementerian PDT. Sejumlah konsultan PNPM Mandiri Perdesaan turut mendampingi misi tersebut.

Ke-15 provinsi tersebut yakni NAD, Sumatera Utara dan Kep. Nias, Sumatera Barat, Jambi, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Mauluku Utara, Papua Barat, dan Gorontalo.

Sedangkan untuk lokasi kunjungan supervisi ke provinsi Jawa Timur, Tim Supervisi akan berkunjung ke kabupaten Nganjuk dan kabupaten Pamekasan yang akan berlangsung dari tanggal 19 Mei sampai dengan 24 Mei 2008. Dua kabupaten tersebut disamping mendapatkan program pemberdayaan berupa PPK dan PNPM Mandiri Perdesaan juga mendapatkan program Pilot Project PNPM Generasi Sehat dan Cerdas.

Misi supervisi nantinya, akan mencermati keterlibatan dan dukungan Pemerintah daerah: Apakah dana PAP tersedia? Apakah dana PAP terserap hingga level kecamatan? Apakah dana PAP digunakan secara transparan?Apakah dana talangan (co-financing), BLM (cost sharing) tersedia? Apakah Satker berdiri dan bekerja dengan baik? Apakah Tim koordinasi berdiri dan bekerja sesuai dengan fungsinya? Hubungan perencanaan program dan anggaran kabupaten, serta perubahan anggaran dekonsentrasi. Dan lain-lain.

Tim juga akan mengamati sisi bantuan teknis dan fasilitasi, ketersediaan konsultan, komitmen dan kinerja konsultan, serta imbal baliknya (Honor). Hal ini nantinya akan dikaitkan pada capaian kegiatan PNPM Mandiri TA. 2007/ 2008, kemajuan kegiatan secara fisik dan keuangan (penyaluran dana), peningkatan kapasitas bagi masyarakat, aparat dan pelaku program, serta upaya penanganan masalah dan resolusi sangkaan kasus penyalahgunaan dana (bila ada), dan banyak lagi. Semoga hasilnya memuaskan berbagai pihak.