Kupang, NTT Online – Prioritas pembangunan di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih didominasi pertanian agribisnis yang didukung komoditas unggulan, seperti sapi Bali di Pulau Timor dan sapi Ongole di Sumba. Selain itu, perkebunan di Flores dan Alor dengan komoditas kopi, jambu mete, kelapa dan kemiri.
“Kegiatan prioritas di sektor pertanian agribisnis itu merupakan bagian dari program strategis tiga pilar pemerataan pembangunan yang dicanangkan Gubernur NTT, Piet A Tallo, S.H,” kata Juru Bicara Pemerintah Propinsi (Pemprop) NTT, Drs. Umbu Saga Anakaka, di Kupang, Senin (28/11).Tiga pilar pemerataan pembangunan NTT itu, yakni ekonomi yang menyangkut sektor pertanian, pariwisata, industri dan pertambangan, sumber daya manusia (SDM) yang meliputi pendidikan rakyat dan kesehatan masyarakat dan pilar pemerataan di bidang hukum.
Anakaka mengatakan, prioritas pembangunan NTT bidang ekonomi pada sektor pertanian selain agribisnis, juga pengembangan kawasan potensial seperti Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Mbay di Kabupaten Ngada, Pulau Flores, dan Kawasan Industri Bolok (KIB) dan Kawasan Timor Barat (KTB) di Pulau Timor.
Pemprop NTT juga memrioritaskan pengembangan konservasi lahan dengan komoditas unggulan antara lain tanaman cendana dan jati super. “Pengembangan sumber daya perikanan di seluruh wilayah dan program gerakan masuk laut (Gemala) juga merupakan bagian dari kegiatan prioritas pembangunan daerah NTT,” tambahnya.
Sementara prioritas pembangunan di sektor pariwisata berupa pengembangan wisata bahari, wisata alam dan wisata budaya serta wisata regilius di sejumlah kabupaten seperti Flores Timur dengan Prosesi Jumat Agung-nya. Wisata bahari meliputi Pantai Nembrala di Pulau Rote dan obyek wisata bahari lainnya di Maumere, Teluk Kupang, Riung dan Labuan Bajo.
Wisata alam berupa danau tiga warna Kelimutu dan Pulau Komodo, wisata budaya, yakni Pasola di Sumba Barat, Pulau Sumba. “Kegiatan prioritas di bidang industri berupa kerajinan khas seperti jagung titi (emping jagung), daging se’i (daging asap), gula semut, tenun ikat, kerajinan kayu cendana, ikan kering, garam dan kacang sumba,” katanya.
Sektor pertambangan, kata Anakaka, berupa pengembangan mineral konstruksi ramah lingkungan seperti batu aji, marmer dan batu hijau. Anakaka mengatakan, pembangunan sektor pendidikan dititikberatkan pada upaya peningkatan pendidikan dasar sembilan tahun, peningkatan ketrampilan dan penguasaan teknologi serta penyediaan modal kerja dan pemberian kredit usaha.