Sejumlah wartawan berkunjung ke lokasi PNPM Mandiri Perdesaan di NTT, tepatnya di Kec. Adonara Timur, Kab. Flores Timur, serta Kec. Paga, Kab. Sikka, selama empat hari (24-27 April 2008). Wartawan yang turut serta adalah wartawan dari Metro TV, SCTV dan Majalah Tempo. Masing-masing mengirimkan dua utusan. “Kami sangat senang mendapat kesempatan berkunjung ke lokasi PNPM Mandiri, terutama di perdesaan di NTT. Kami bisa melihat secara langsung kegiatan disini,” ungkap Zulkarnain dari Metro TV.Di lokasi, para wartawan diajak menyaksikan proses dan hasil kegiatan program, serta beramah-tamah dengan masyarakat di dua kabupaten itu. Kunjungan diawali dengan perjalanan ke Maumere dengan pesawat selama 30 menit. Dari Maumere, rombongan wartawan menuju ke Larantuka selama tiga jam untuk menyeberang ke Adonara Timur. Sebuah perjalanan melelahkan demi menjangkau daerah terpencil yang minim sarana transportasi. Kenyataan itu kemudian dipahami wartawan sebagai alasan lokasi tersebut memang layak mendapatkan alokasi dana PNPM Mandiri.

Namun perjalanan panjang itu terbayar. Wartawan sangat kagum melihat proses dan hasil kegiatan PNPM Mandiri di Adonara Timur, yang kini telah mekar menjadi dua kecamatan. Di Desa Lawanbunga, misalnya, wartawan tak henti-hentinya mengagumi jalan desa, jembatan desa, Taman kanak-Kanak (TK) dan Poliklinik Desa yang dibangun warga dengan biaya dari PNPm Mandiri. Disini, rombongan juga disambut ratusan warga desa dan Camat dengan tarian perang khas Adonara, yang dibawakan warga desa dan murid Sekolah Dasar disana.

Rasa haru nampak dari wajah para wartawan ketika melihat kegiatan penimbangan balita di poliklinik desa. Disana, wartawan menyaksikan kesederhanaan warga yang sangat membutuhkan fasilitas kesehatan. Sementara di TK, wartawan disuguhi nyanyian dan deklamasi yang dibawakan oleh murid-murid TK yang polos dan bersahaja. Seolah ingin memberi penghargaan besar kepada murid-murid TK, wartawan tak henti-hentinya mengabadikan momen itu dan berinisiatif memberi jeruk pada setiap murid yang tampil.

Usai melihat kegiatan, pengambilan gambar, wawancara dan berbincang dengan warga, rombongan wartawan disuguhi pentas hiburan berupa tarian dan nyanyian dari warga desa setempat hingga menjelang makan malam tiba. Usai pentas seni, wartawan disuguhi makan malam dengan masakan khas setempat. “Ini adalah wujud kebahagiaan kami. Karena kami jarang mendapat kunjungan dari Pusat, apalagi bisa bertemu dengan wartawan,” ujar Thomas, warga Lawanbunga yang malam itu menjadi pembawa acara pentas seni.