Para wartawan nasional dari Metro TV, SCTV dan Majalah Tempo, sangat terkesan melihat proses dan hasil kegiatan PNPM Mandiri, terutama yang dijalankan di wilayah perdesaan di kabupaten Flores Timur dan Sikka, NTT. Di desa Lawanbunga, yang kini menjadi bagian kecamatan baru di Flores Timur, misalnya, wartawan terkagum-kagum melihat hasil kegiatan berupa jalan desa dan jembatan yang telah dibangun warga dengan dana PNPM Mandiri Perdesaan sejak 2003, poliklinik desa yang dibangun pada 2005, serta Taman Kanak-kanak (TK) yang dibangun pada 2006.

Apalagi, wartawan kemudian mengetahui cerita dibalik pembuatan sarana prasarana PNPM di Lawanbunga. Dalam pembangunan jembatan, misalnya. Seperti diceritakan oleh mantan Kepala Dusun disana, jembatan tersebut hanya mendapat alokasi dana PNPM (kala itu PPK) sebesar Rp 28 juta. Namun, berkat kegigihan berswadaya, masyarakat mampu membangun jembatan senilai lebih dari Rp 100 juta tersebut dengan tangan mereka sendiri. “Kalau bukan karena PNPM, mungkin kami takkan pernah memiliki jembatan ini,” ungkap mantan Kadus itu.

PNPM Mandiri dinilai warga disana telah memberikan pelajaran berharga, terutama bagaimana bersikap optimis, menghargai kebutuhan orang lain, dan berswadaya. PNPM juga mengajarkan warga bagaimana cara mengelola dana dengan baik dan bertanggung jawab. Lebih dari itu, PNPM diakui warga telah membuat rasa kebersamaan mereka tumbuh dan mengental kembali. Sebagai informasi, sebelum jembatan tersebut terbangun, warga di kedua desa kerap bersitegang. Namun kini mereka bersaudara.

“Sangat membanggakan. Ternyata masyarakat juga dapat membangun desanya dengan baik apabila difasilitasi dengan baik. Hal itu terbukti dari sarana-sarana yang kami lihat, walaupun dana yang diberikan sangat terbatas,” ungkap Febriko, wartawan SCTV. “Saya juga kagum dengan pembukuan ibu-ibu kelompok simpan pinjam (SPP, red). Nampak rapih,” imbuh Febriko di desa Lamalota. Kelompok SPP yang dikunjungi adalah kelompok tenun ikat, minyak curah dan virgin coconut oil (VCO) di desa Lamalota.

Para wartawan memang sangat kagum dengan hasil kegiatan, termasuk kegiatan pembangunan sarana dan prosesnya. Kamellia, wartawati dari Majalah Tempo, sangat terkesan dengan proses musyawarah dusun yang dilihatnya di salah satu dusun di desa Belle. Kamellia juga sangat kagum dengan jembatan gantung yang dibuat warga desa Masabewa, Kec. Paga, Kab. Sikka. “Hillarius. Bagus sekali jembatannya. Membanggakan karena warga desa pun bisa membuatnya dengan sangat bagus dan indah,” ungkap Kamellia di desa Masabewa.

Sumber: http://www.kdp.or.id/content.asp?id=1164&mid=126