Pada akhir Juni 2008, 2 (dua) Kecamatan dari 3 (tiga) Kecamatan lokasi pilot program di Kab. TTS SADI Provinsi telah menuntaskan pelaksanaan kegiatan Musyawarah Antar Desa (MAD) II. Dua kecamatan diantaranya adalah Kecamatan Amanuban Selatan dan Kecamatan Kuan Fatu. Kegiatan MAD II di Kecamatan Amanuban Selatan dimulai pada tanggal 26 Juni 2008 pada Pkl. 11.00 WITA dan berakhir pada tanggal 27 Juni 2008 pada Pkl. 07.00 WITA. Sementara itu, kegiatan MAD II di Kecamatan Kuan Fatu dilakukan pada tanggal 3 Juli 2008 pada pkl. 12.00 s/d 22.00 WITA. Apabila disesuaikan dengan kalender nasional proses perencanaan PNPM, hanya Kecamatan Amanuban Selatan yang memenuhi penetapan kriteria penetapan, yaitu akhir Juni 2008. Kompleksitas kendala pelaksanaan proses perencanaan akhirnya terjawab dan berdampak, salah satunya adalah ketidaktepatan proses perencanaan sesuai kalender nasional, besar harapan jika kompleksitas permasalahan menjadi buah refleksi bagi pelaku program sejak dari Desa sampai di tingkat Nasional.

Semua pelaku PNPM pasti memahami tentang titik kritis dan alotnya suasana proses MAD II. Seperti yang diketahui bersama, bahwa dalam MAD II pasti tak lepas dari kepentingan-kepentingan masing-masing Desa yang saling berkompetisi untuk mempertahankan setiap usulan kegiatan. Saling hasut, konspirasi dan ragam srategipun mereka lakukan. Sebagai misal, desa-desa yang sulit dijangkau dan ada di lokasi pegunungan (desa gunung) bersepakat untuk memberikan penilaian terjelek kepada desa-desa yang berdekatan dengan ibukota kecamatan, atau ada juga Desa yang mengirimkan nona-nona cantiknya sehingga pada saat pemberian nilai, nona-nona cantik tersebutlah yang bergerilya merayu desa lain untuk memberikan penilaian tertinggi. Ketika direnungkan memang menjadi menggelikan. Realitas perlombaan yang sementara ini kita lihat dan rasakan di dalam satu rangkaian proses perencanaan pembangunan partisipatif di lapangan menuntut seni tersendiri bagi seorang fasilitator untuk membangun kesadaran tentang pentingnya kebersamaan dan rasa berbagi dalam proses pembangunan di cakupan wilayah Kecamatan. Bahwa ada yang menggelisahkan tentang proses perencanaan pembangunan di aras komunitas memang harus diakui dan melalui kesadaran itulah pelaku-pelaku PNPM didewasakan dan bermetamorfosis.

Di Kecamatan Amanuban Selatan dan Kuan Fatu, komoditas yang masuk dalam ruang pengembangan agribisnis didominasi oleh sub-sektor Peternakan, misalnya: sapi, babi, kambing dan ayam. Sementara, hasil kegiatan MAD II Kec. Amanuban Selatan dan Kec. Kuan Fatu dapat diunduh disini. Usulan kegiatan yang masuk adalah melakukan pelatihan dan mengembangkan demplot untuk praktek pembelajaran bagi masing-masing kelompok tani. Diharapkan melalui media itulah kerja-kerja pengorganisasian untuk memperkuat tata kelembagaan kelompok tani akan dimulai dan kebijakan pendukung proses pengorganisasian berbasis pada keunikan lokasi di masing-masing daerah sangat mutlak diharapkan.

Kegiatan MAD II selesai selama kurang lebih 21 Jam, lelah…namun kamipun akhirnya tersenyum, ketika kebersamaan hadir saat foto bersama dengan para Kader di Kecamatan Amanuban Selatan

(tito/Jul 2008)