1. Apakah IFC?

IFC adalah divisi swasta dari Kelompok Bank Dunia yang membina pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di negara-negara berkembang. IFC Indonesia – Layanan Konsultasi adalah inisiatif yang berasal dari beberapa lembaga dan negara donor. Kami memiliki kantor di Jakarta, Denpasar, Makassar dan Aceh dengan mandat untuk meningkatkan iklim usaha, meningkatkan akses ke pendanaan dan memperbaki kinerja dari mata rantai persediaan. Visi IFC adalah berusaha agar masyarakat memiliki kesempatan untuk keluar dari kemiskinan dan memperbaiki kualitas hidup mereka.

2. Bagaimana keterlibatan IFC Indonesia dengan program SADI?

IFC terlibat melalui empat komponen, yaitu: Pengembangan Mata Rantai Persediaan (dikenal dengan sebutan Akses ke Pasar atau A2M), Akses ke Pendanaan (A2F), Peningkatan Iklim Usaha (BEE), dan Infrastruktur. Dengan menggabungkan keempat komponen ini IFC dapat melakukan pendekatan yang sistematis dalam pengembangan agribisnis.
Melalui keahlian globalnya di bidang pengembangan agribisnis, IFC dengan layanan konsultasi dan produk finansialnya dapat mengidentifikasi peluang yang memberikan manfaat jangka pendek bagi para pengusaha kecil dan menengah dengan cara menghubungkan mereka dengan perusahaan yang lebih besar yang memiliki akses pasar yang luas.

Kegiatan lapangan utama IFC dibawah SADI akan melibatkan pengembangan mata rantai persediaan dan akan dilengkapi dengan Pendekatan Perusahaan Unggulan untuk memperkuat hubungan antara petani dengan pasar.

SADI sendiri terdiri dari tiga subprogram termasuk IFC – SADI, PNPM-AP – SADI (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Agribisnis Perdesaan – SADI) dan ACIAR – SADI. Dalam pelaksanaan proyek, keterkaitan diantara ketiga subprogram tersebut sangatlah diharapkan.

3. Apakah Pendekatan Perusahaan Unggulan?

Pendekatan Perusahaan Unggulan berusaha untuk memperbaiki akses pasar yang berkelanjutan bagi pengusaha kecil dengan cara menghubungkan mereka dengan beberapa perusahaan terpilih yang mencari sumber persediaan yang aman dan berkembang. IFC bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan ini untuk membantu mengembangkan usaha mereka dengan cara memperkuat mata rantai persediaan. Pendekatan ini memahami pentingnya untuk mengetahui kondisi pasar bagi produk-produk tertentu sebelum akhirnya dikembangkan. Berdasarkan pengalaman IFC, pemberian bantuan sebatas pada tingkat pengusaha kecil dan menengah dalam peningkatan standar mutu dan efisiensi kerja mereka akan menjadi kurang bermanfaat apabila tidak diikuti dengan pemberian akses pasar yang berkelanjutan.

4. Apa Tujuan dari Pendekatan Perusahaan Unggulan?

Tujuan IFC sebagai bagian dari program SADI adalah untuk menyatukan produsen kecil di pedesaan yang tidak mampu untuk menciptakan peluang pasar yang lebih baik. IFC memfokuskan diri pada kondisi yang secara jelas dan langsung memiliki peluang pasar, biasanya hal ini ditandai dengan adanya perusahaan besar yang dapat menghubungkan perusahaan lokal yang lebih kecil dan kelompok petani ke kemungkinan pasar yang lebih luas. Daripada menerapkan strategi “Peningkatan Suplai” – dimana operasional para produsen kecil di pedesaan telah diperbaiki untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk sebelum mengidentifikasi tempat pemasaran – IFC memulai programnya dengan mengidentifikasi peluang pasar baru dan memberikan layanan konsultasi kepada para produsen tersebut.

5. Apakah manfaat yang dapat diperoleh para pengusaha kecil dengan pendekatan ini?

Pertama, IFC akan mengidentifikasi kebutuhan para pembeli dengan sumber persediaan yang ada. Selanjutnya, dilakukan peningkatan kapasitas pengusaha kecil untuk memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh para pembeli tersebut. Hal ini tentunya akan meningkatkan para pengusaha kecil untuk menjadi pemasok jangka panjang bagi para Perusahaan Unggulan

Kedua, bermitra dengan perusahaan-perusahaan unggulan untuk memperbaiki mata rantai persediaan mereka dengan para pengusaha kecil.

Ketiga, dengan mengidentifikasi tantangan-tantangan yang dihadapi para produsen untuk masuk ke pasar pada tingkatan mata rantai pasokan tertentu, IFC dapat mengembangkan jalan keluar yang mengintegrasikan unsur-unsur peraturan/kebijakan, dan/atau infrastruktur, keuangan untuk menyelesaikan permasalahan yang menghalangi pembangunan di wilayah tersebut.

6. Apa Kriteria Untuk Menjadi Perusahaan Unggulan?

Pada umumnya Perusahaan Unggulan adalah perusahaan-perusahaan yang berukuran besar yang memiliki perencanaan jangka panjang dan berani melakukan investasi pada mata rantai persediaannya serta memiliki ketertarikan untuk melakukan pembelian bahan baku dari Indonesia bagian timur. Hal di atas seringkali sulit untuk dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kecil. Perusahaan unggulan tidak harus berkedudukan/bekerja di propinsi dimana SADI beroperasi namun para produsen yang berpotensi untuk menjadi pemasok perusahaan ini harus berada di wilayah ini. Perusahaan ini juga harus melewati kriteria anti pencucian uang IFC dan ketentuan-ketentuan lainnya.

7. Dukungan apa saja yang dapat diberikan IFC pada para Perusahaan Unggulan?

IFC akan menciptakan program khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing Perusahaan Unggulan. IFC mendorong para perusahaan ini untuk bekerjasama dengan para konsultan lokal untuk meyediakan jasa penyuluh lapangan yang berkualitas di lapangan kepada para kelompok produsen kecil, dan diharapkan dapat berbagi biaya atau membiayai keseluruhan dari layanan konsultasi yang diberikan oleh IFC. IFC, dalam hal ini, juga dapat menawarkan pelatihan atau studi banding kepada para karyawan Perusahaan Unggulan atau kegiatan peningkatan kapasitas lainnya. IFC tidak akan memberikan kredit atau bantuan dana hibah pada Perusahaan Unggulan

8. Apakah IFC bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar untuk pasar ekspor? Apakah IFC juga akan bekerja sama dengan perusahaan kecil di pasar lokal? Apa yang akan terjadi apabila IFC tidak dapat menemukan Perusahaan Unggulan yang cocok untuk bekerjasama dalam komoditas yang diprioritaskan?

Ya, IFC bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan besar untuk pasar ekspor, namun hal itu bukan satu keharusan. IFC tertarik unuk berkerja di pasar yang berkembang dimana IFC dapat membantu meningkatkan hubungan para produsen kecil dengan pasar yang dapat diandalkan.

Secara umum, IFC akan bekerjasama dengan perusahaan kecil melalui forum industri yang terdiri dari beberapa perusahaan kecil, petani, pemerintah dan peneliti untuk mengembangkan dan menerapkan rencana industri untuk pembangunan Sebagai contoh, pada industri markisa di Sulawesi Selatan, terdapat beberapa partisipan. Dalam kasus ini, IFC telah mengawali usahanya dengan membentuk suatu forum industri bagi para petani, pengolah, pemerintah dan peneliti untuk mengidentifikasi bagaimana industri ini dapat dikembangkan. Dalam hal ini, IFC menyediakan kontak para pembeli potensial, membantu menganalisa pilihan mereka dan memperkenalkan petani dengan berbagai varietas unggulan melalui mitra kerja SADI atau sumber-sumber lainnya.

Dalam kasus dimana IFC tidak terlibat dengan Perusahaan Unggulan ataupun forum industri, IFC tetap dapat menyediakan kontak para pembeli kepada para petani atau layanan informasi harga. IFC juga dapat membantu, sebagai contoh, dalam mengembangkan sistem yang lebih transparan untuk pasar lelang atau memberikan kontak konsultan yang berpengalaman dalam mendampingi petani untuk memperoleh kredit dengan menganggunkan sertifikat tanah.

Pendekatan IFC tidak hanya pada sektor komoditas, namun IFC juga berusaha untuk mengidentifikasi perusahaan unggulan di sektor-sektor yang menjanjikan lainnya. Bagi IFC, sektor komoditas prioritas adalah sektor-sektor yang memiliki potensi untuk tumbuh pesat, keterkaitan yang erat antara komoditas dengan para pemangku kepentingan dan/atau mitra pelaksana, peluang bagi IFC untuk memberikan dampak pembangunan yang besar, serta adanya peluang untuk melakukan pengujian statu metodologi.

9. Apakah IFC akan bekerjasama dengan beberapa Perusahaan Unggulan di suatu wilayah?

Idealnya, IFC bekerjasama dengan beberapa perusahaan dalam satu wilayah dan dengan lebih dari satu perusahaan untuk masing-masing komoditas, agar tercipta persaingan yang sehat dan diperolehnya manfaat yang maksmimal bagi para pengusaha kecil. Pada saat yang sama, IFC menyadari bahwa sebagian besar para pembeli potensial tidak mengambil bahan mentah dari, maupun melakukan investasi di kawasan timur Indonesia dikarenakan resiko dan biaya yang tinggi, serta sulit untuk beroperasi. Tantangan IFC adalah untuk merubah persepsi tersebut. IFC, tentunya, akan memperlakukan setiap informasi yang diperoleh dari Perusahaan Unggulan dengan sangat memegang prinsip kerahasiaan.

IFC juga akan berusaha untuk melibatkan sebanyak mungkin perusahaan dalam forum industri seperti yang dijelaskan sebelumnya. Forum Kemitraan Kakao, adalah contoh yang dapat diterapkan di berbagai mata rantai persediaan. Forum ini dapat menentukan apa saja yang dibutuhkan oleh industri ini mulai dari para petani, pembeli, pemerintah peneliti dan LSM terkait dan menemukan jalan keluar bersama.

10. Bagaimanakah hubungan Pendekatan Perusahaan Unggulan dengan SADI? Apakah IFC tetap akan memberikan dukungan? Bagaimanakah mereka memberikan dukungan terhadap kegiatan/proyek yang dipilih oleh kelompok tani?

Salah satu contoh keterlibatan IFC adalah dalam pengembangan fermentasi kakao dengan sebuah Perusahaan Unggulan. IFC dan Perusahaan Unggulan tersebut dapat membagi biaya bagi Perusahaan Unggulan tersebut untuk usaha masuk ke wilayah baru dan bekerja dengan para petani untuk menunjukkan persyaratan mutu. Apabila para petani merasa mendapatkan manfaat dari kegiatan ini, maka mereka dapat mengajukan proposal ke PPK-SADI agar melanjutkan atau memperluas bidang pelatihan; IFC dapat membantu memfasilitasi hubungan dengan konsultan yang telah berpengalaman memberikan pelatihan sejenis di tempat lain, atau kelompok tani dapat mengajukan permohonan dana untuk membeli peralatan fermentasi seperti lantai jemur, alat pengukur kelembaban dan/atau kotak fermentasi melalui PPK-SADI apabila hal ini telah menjadi persyaratan Perusahaan Unggulan. Pada umumnya, kegiatan pengembangan Perusahaan Unggulan yang didanai oleh IFC behubungan langsung dengan kelompok tani, dan apabila kelompok-kelompok tersebut berada di wilayah dimana PPK-SADI beroperasi, maka IFC berharap akan timbul keinginan bersama untuk mengembangkan agribisnis di wilayah tersebut.

Pada umumnya, IFC dapat mendukung komunitas yang didanai oleh PPK dengan menyediakan informasi pasar, keahlian fungsional, dan memberikan masukan sejauh kemampuan sumber daya yang dimiliki.

11. Apakah Pendekatan Perusahaan Unggulan dapat diterapkan pada petani sampingan? Apabila tidak, bagaimana IFC dapat bekerjasama dengan mereka?

Tidak. Pendekatan yang dilakukan IFC adalah untuk menghubungkan petani dengan pasar dan menciptakan mata rantai persediaan yang berkelanjutan. Fokus dari keseluruhan program SADI adalah pertumbuhan (termasuk peningkatan produktifitas) yang dapat diterapkan dalam pemasaran produk surplus. Sehingga, meskipun beberapa jenis tanaman (seperti taman pangan, dll.) bukan merupakan target utama bagi keseluruhan program SADI, kelompok tani akan selalu memiliki pilihan untuk menggunakan dana hibah dari PPK – SADI untuk meningkatkan produktifitasnya.

IFC memiliki pengalaman yang luas dengan kakao, rumput laut, udang, unggas dan jagung yang ditanam untuk pasar komersil namun memiliki pengalaman yang terbatas pada tanaman sampingan. Namun pada kasus apapun, seluruh informasi yang dimiliki oleh IFC siap untuk dimanfaatkan oleh para penyuluh lapangan PPK sehingga mereka siap untuk mendampingi dan membantu merancang proyek yang yang sesuai dengan kebutuhan para petani untuk meningkatkan produktifitas mereka.

12. Hal apa saja yang akan termasuk dalam komponen Akses ke Pendanaan (A2F)? Apakah IFC-SADI memberikan kredit bagi petani? Bagaimana para pengusaha kecil dapat memperoleh manfaat dari komponen A2F? Bagaimana hal ini dapat bermanfaat bagi komunitas akar rumput?

IFC tidak menyediakan kredit sebagai bagian dari akses ke pendanaan. Program A2F IFC bekerja di tingkat kebijakan nasional, dan di dalamnya terdapat penekanan pada pengembangan mekanisme baru untuk menyalurkan jasa finansial (melalui bank, pemasok dan lainnya) di sektor pedesaan.
Untuk tujuan program SADI, A2F mengikutsertakan beberapa aktivitas pendanaan pedesaan seperti bekerja dengan Departemen Perdagangan untuk mengembangkan kebijakan-kebijakan dan sebuah mekanisme untuk memanfaatkan resi gudang sebagai jaminan pinjaman, asuransi pertanggungan cuaca bagi petani dan/atau pelatihan perbankan.

Meskipun IFC tidak akan memberikan dana hibah atau kredit bagi kelompok petani, IFC memiliki pengalaman dalam menghubungkan produsen agrikultur ke bank-bank melalui pembeli komoditas dan dapat membantu para pekerja lapangan PPK-SADI agar mereka memiliki pengertian yang lebih baik mengenai bagaimana kelompok produser dapat bekerjasama dengan bank.

Bila ada pertanyaan lain, bisa hubungi:
IFC-SADI
Graha Pettarani, 4th Floor
Jl. AP. Pettarani No. 45,
Makassar, South Sulawesi, Indonesia
Telpon: +62-411-425284
Fax: +62-411-425266
Email: info@sadi.or.id
Website: http://www.sadi.or.id