Oleh Ivanovich Agusta

Abstrak

Pembahasan di sini didasarkan pada hipotesis, bahwa kesenjangan teoretis komunikasi pembangunan desa di Indonesia berasal dari ketiadaan penelitian yang sistematis tentang pautan antara data-data empiris bersama dokumen pembangunan, dan proses penyusunan teori baru komunikasi pembangunan desa. Dalam aspek ontologis, studi komunikasi pembangunan hanya tertuju pada proses komunikasi yang terbatas, sebagai implikasi dari pertautannya dengan studi pembangunan yang memiliki posisi-posisi paradigmatis terbatas pula. Konsekuensinya, studi komunikasi pembangunan tidak merespons jaringan di luar proyek dan globalisme pembangunan. Adapun epistemologi komunikasi pembangunan masih terbatas pada positivisme, post-positivisme dan teori kritis. Dalam konteks metosologis, aspek komunikasi tidak sekedar menjadi variabel pengaruh (penyebab), melainkan kini (minimal dalam kasus PPK) juga sebagai hasil (variabel terikat) dari proyek pembangunan. Pada sisi aksiologi, oleh karena didominasi paradigma modernisasi, maka komunikasi pembangunan selama ini hanya menjadi pendukung modernisasi. Orientasi terhadap teori-teori modernisasi mengakibatkan pembacaan persoalan hanya dari dalam, sehingga komunikasi pembangunan terbatas melihat antar komunikator yang terlibat langsung.

Kata Kunci: paradigma komunikasi pembangunan, konteks komunikasi, pesan komunikasi ….selanjutnya

Tulisan dari Sdr. Ivanovich Agusta sangat menarik sebagai bahan refleksi bagi para pelaku program PNPM Mandiri Perdesaan. Tidak ada yang terbaik namun selalu ada yang lebih baik, sebagai sebuah program yang sudah mengada lebih dari 10 tahun toh masih tetap ada yang menggelisahkan hati, perlu perbaikan disana sini. Mari menebar karya !!! ~tito