Kapanlagi.com – Investor dari Korea menyatakan akan melakukan investasi jagung di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah pemerintah daerah mulai mengembangkan proyek jagungisasi secara besar-besaran di 13 kawasan dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

“Ada satu investor dari Korea menyatakan minatnya untuk berinvestasi jagung di NTT setelah melihat pengembangan komoditi tersebut cukup menjanjikan di wilayah provinsi kepulauan ini,” kata Gubernur NTT Lebu Raya kepada pers di Kupang, Minggu, ketika ditanya soal proyek “jagungisasi” dalam program kerjanya.

Menurut dia, program “jagungisasi” ini tidak semata-mata hanya ditunjukkan kepada para petani yang notabene sudah mahir dalam menanam jagung, tetapi juga bagi para investor seperti yang sudah dilakukan pada ribuan hektare lahan di Pulau Sumba saat ini.

Ini merupakan terobosan baru dalam bidang pertanian dengan sasaran utama pada ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan rakyat disamping untuk tujuan agrobisnis.

“Pengembangan tanaman jagung difokuskan pada varitas jagung bibit unggul seperti `hybrida` serta jagung lokal yang berkualitas bagus,” katanya.

Gubernur Lebu Raya menambahkan, dalam hubungan dengan program “jagungisasi” tersebut, pihaknya telah menyiapkan ribuan hektare lahan di Sumba serta Mbay di Pulau Flores bagian tengah sebagai proyek percontohan bagi para petani setempat.

Melalui program tersebut produksi tanaman jagung di NTT yang hanya mencapai dua ton per hektare akan ditingkatkan menjadi enam ton per hektare.

“Ini bukan sesuatu yang tidak mungkin dicapai karena kondisi daerah serta topografis daerah cukup mendukung untuk pengembangan tanaman jagung,” katanya.

Ketika ditanya soal pemasaran, Gubernur Lebu Raya mengatakan tidak ada kendala yang perlu dikhawatirkan, karena sudah banyak investor yang berminat membeli jagung dari NTT yang selama ini diimpor dari luar negeri.

“Untuk memenuhi kebutuhan jagung dalam negeri saja kita harus mengimpor jagung satu juta ton setiap tahun, apa salahnya jika NTT menjadi pemasok jagung untuk memenuhi kebutuhan nasional,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, ia mengharapkan para petani di NTT terus tergerak menanam jagung serta menggugah minat investor untuk mengembangkan tanaman jagung di provinsi kepulauan ini.

“Apalagi jagung tidak hanya untuk kebutuhan manusia tetapi juga untuk pakan ternak,” katanya. (kpl/rit)