BAJAWA, Pos Kupang — Perkebunan dan peternakan di Kabupaten Ngada menjadi sektor unggulan yang mendapat perhatian ekstra. Pasalnya potensi seperti kopi, kakao, cengkeh, vanili dan kelapa sudah dibudidayakan masyarakat, hanya tinggal dikembangkan saja.

Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (P3P) Ngada, Ir. Bernard Burah mengatakan itu saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/1/2009). 

Dia mengatakan, pihaknya akan memperhatikan potensi di masyarakat agar menjadi potensi unggulan. Potensi perkebunan seperti kopi, cengkeh, vanili dan kakao akan dikembangkan di daerah yang berpotensi. Kopi misalnya, akan dikembangkan dengan memperhatikan manajemen di UPH Kopi yang telah ada sebanyak 10 UPH. Untuk kopi akan difokuskan di Kecamatan Bajawa dan Kecamatan Golewa. Kakao dan cengkeh difokuskan di Kecamatan Jerubuu dan Golewa. Sedangkan potensi kelapa difokuskan di Aimere, Jerubuu dan Kecamatan Riung.

Di Kecamatan Riung Barat akan diperhatikan pengembangan potensi peternakan karena ketersedian pakan ternah memungkinkan dimana masih banyak hamparan.

Untuk kopi, kata Burah, pihaknya akan memberikan pelatihan bagi pengurus UPH Kopi dalam rangka manajemen pengolahan kopi yang profesional. “Setiap tahun permintaan meningkat tapi ketersediaan kopi tidak cukup. Ke depan kita akan memperhatikan produksi kopi sehingga permintaan untuk kopi bisa dipenuhi,” tambahnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar rapat bersama staf di Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Ngada yang ada di kecamatan agar bisa mendukung program yang telah ditetapkan.

“Saya akan menggelar rapat dengan semua staf dalam waktu dekat. Untuk kepala bidang sudah rapat. Tinggal staf sehingga dalam pelaksanaan tugas di lapangan ada koordinasi,” tegasnya. (*)

Resource: http://www.pos-kupang.com/main/cont.php?content=file_detail&jenis=18&idnya=18290&detailnya=1