BAJAWA, PK—Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Ngada berencana akan mengembangkan pola pertanian IPAT-BO pada lahan seluas 300 hektar (ha). Pola ini dinilai cukup membantu petani meningkatkan produksi beras saat panen. Lokasi pengembangan akan dilakukan di Kecamatan Soa, Golewa dan Bajawa Utara.

IPAT-BO adalah pola pertanian hemat air dan pupuk. Pengembangan pola ini bertujuan meningkatkan produksi pertanian dari 1 ton menjadi sekitar 7 ton di areal persawahan seluas 1 ha. Program ini masuk ke Ngada tahun 2007 disosialisasikan Dosen Unpad-Bandung, Prof. Simarmata, di aula Setda Ngada. 

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Ngada, Ir. Bernard Burah, M.Si, kepada Pos Kupang, di ruang kerjanya, Senin (19/1/2009), menjelaskan, pengembangan pola pertanian yang dikenal dengan pola hemat air atau yang dikenal dengan nama IPAT-BO telah dimasukkan dalam program kerja bidang pertanian tahun 2009.

“Program IPAT-BO akan tetap kita kembangkan di Ngada karena sangat membantu petani. Namun ke depan pola ini perlu ada pengawalan melalui PPL dan petani. Kita sudah rapat koordinasi dengan Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian dan Ketahanan Pangan (BP3KP) Ngada. Kita akan tetap membangun koordinasi sehingga program IPAT-BO bisa berhasil membawa perubahan produksi padi petani Ngada,” kata Burah.
Karena itu, kata Burah, pihaknya akan fokus pada program IPAT-BO di lahan yang tidak terlalu luas agar bisa mendapatkan hasill.

“Tahun ini 300 hektar lahan persawahan di tiga kecamatan, yakni Soa, Golewa dan Bajawa Utara. Kita lihat tahun ini kalau ada keberhasilan kita kembangkan terus. Kita tidak ingin lahan besar tapi tidak ada hasilnya,” kata Burah.

Ditanya tentang program IPAT-BO dimasukkan dalam rencana kerja, ia menjelaskan, pihaknya sudah memasukkan program tersebut dan mendapat perhatian dari DPRD Ngada. “Program ini didukung dalam rangka peningkatan produksi beras di Ngada,” ujarnya.

Dijelaskannya, program IPAT-BO perlu didukung semua pihak dan juga perlu ada kerja sama lintas sektor sehingga tidak cuma menjadi bagian dari Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan saja.

“Dukungan semua pihak sangat kita harapkan. Karena itu, kami akan membangun koordinasi dengan semua dinas teknis terkait dalam program IPAT-BO,” paparnya. (*)

Resource: http://www.pos-kupang.com/index.php?speak=e&content=file_detail&jenis=18&idnya=17512&detailnya=1