04 Juni 2009

SADI mengadakan workshop bagi pegiat pengembangan program agribisnis di Kawasan Timur Indonesia mengenai hasil studi tentang pengkajian pengurangan risiko kegiatan pertanian di Kepulauan Nusa Tenggara kawasan timur Indonesia. Kali ini yang menjadi tuan rumah adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ajang ini juga digunakan sebagai media dialog antar pelaku SADI pada Sub Program 1 (PNPM Agribisnis Perdesaan) untuk saling berbagi mengenai pengembangan program SADI di masa depan.

wrkshp_risiko_pertanian
Workshop yang bertempat di Hotel Kristal ini merupakan tindak lanjut dari studi yang dilakukan oleh Bpk. Roger Montgomery, Bpk. Rohandi, dan Bpk. Rilus Kinseng pada pertengahan Bulan November 2008. Dalam studi ini dihasilkan sebuah kesimpulan bahwa memang terdapat risiko yang cukup besar dalam pengelolaan program PNPM AP (SADI) yang erat kaitannya dengan investasi-investasi agribisnis di kawasan timur Indonesia, terutama di Kepulauan Nusa Tenggara.

Workshop ini dilakukan sebagai salah satu rangkaian kegiatan pengkajian mengenai risiko pertanian khususnya di kepulauan nusa tenggara kawasan timur indonesia. Berkaitan dengan isu perubahan iklim, tingkat risiko dalam budidaya pertanian -dalam arti luas- merupakan hal yang patut dikaji untuk menata sebuah pengelolaan program SADI yang identik dengan investasi-investasi di bidang pertanian. Workshop ini dilakukan pada tanggal 3 s/d 4 Juni 2009 dan dihadiri oleh perwakilan dri 4 provinsi lokasi pilot program SADI yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Hari pertama membahas mengenai pengantar mengenai pelaksanaan lokakarya dan field visit ke beberapa komunitas yang melakukan praktik baik dalam menyelesaikan permasalahan kerawanan pangan. Kemudian hari kedua difokuskan pada pembahasan melalui presentasi dan diskusi kelompok terfokus mengenai praktik cerdas dan hasil field study yang dilakukan pada hari pertama. Narasumber lokakarya ini diantaranya adalah Bpk. Roger D. Montgomery (Konsultan Bank Dunia), Bpk. . Giri Arnawa and Bpk. Henra Agustiana (IFC-SADI), Bpk. Vinsensiu Nurak (YMTM-Yayasan Mitra Tani Mandiri), Puskud Kupang, BPTP – NTT dan Bpk. Lutfi Fatah (ACIAR) serta Bpk. Rilus Kinseng (Institut Pertanian Bogor). Kegiatan ini didukung dari sumber pendanaan AusAID.

~chr