M. Al-Jabri (Peneliti Utama Bidang Kesuburan Tanah di Balai Penelitian Tanah, Bogor)

Lokasi yang paling sesuai agar pertumbuhan tanaman kakao yang diusahakan secara komersial dapat tumbuh normal dan menguntungkan adalah pada 00 – 150 di utara dan selatan garis katulistiwa. Keadaan iklim yang paling sesuai adalah pada ketinggian 615 m atau sedikit lebih tinggi di atas permukaan laut dengan zona iklim tropika.

kakaoku

Analisis tanah dan daun dapat mendeteksi ketersediaan hara yang erat hubungannya dengan rekomendasi pemupukan. Analisis tanah cukup dilakukan sekali saja, yaitu pada saat pembukaan lahan untuk tanaman perkebunan. Selanjutnya setelah tanaman berumur lebih dari dua tahun, maka rekomendasi pemupukan sebaiknya dilakukan melalui analisis daun. Analisis daun untuk mendeteksi kemampuan akar tanaman menyerap unsur hara dari pupuk dan tanah.

Ada tiga tingkat kesuburan tanah untuk kakao dan hubungannya dengan status hara dalam melakukan budidaya kakao, masing-masing: (1) Tingkat kesuburan tanah tinggi (pH 7,5; C-organik 4,2% dan lain-lain; (2) Tingkat kesuburan tanah sedang (pH 6,5; C-organik 2% dan lain-lain; (3) Tingkat kesuburan tanah rendah (pH 5; C-organik 0,4% dan lain-lain. Semakin rendah tingkat kesuburan sebagaimana ditunjukkan semakin rendahnya status P, Ca, Mg, dan K tersedia maka pupuk dari hara tersebut harus ditingkatkan.

Kebutuhan utama untuk respon pupuk yang baik pada kakao tidak hanya kondisi fisik tanah yang baik, tetapi juga perencanaan pohon naungan serta seleksi dan pemuliaan. Seleksi dan pemuliaan bertujuan untuk menghasilkan tanaman berdaya hasil tinggi dan kualitas kakao yang baik serta tahan gangguan hama/penyakit.

Cekaman air pada kakao akan berdampak kurang baik terhadap pertumbuhan tanaman dan produksinya. Potential evapo-transpiration untuk lahan yang ditanami kakao terletak diantara 100 dan 125 mm per bulan, hal ini berarti untuk keberhasilan budidaya kakao pada daerah dengan curah hujan lebih besar 1,250 mm per tahun, tanpa periode musim kemarau lebih dari 3 – 4 bulan, kecuali ada kontribusi air dari dalam tanah atau dari sungai.

Intensitas cahaya yang kuat harus dihindari dengan penanaman pisang sebagai pohon naungan agar dapat diciptakan iklim mikro yang lebih baik. Keuntungan penggunaan pohon naungan, antara lain: (1) memproteksi tanah dari kerusakan yang disebabkan pukulan air hujan, kerusakan tanah yang dimaksud adalah penurunan kandungan bahan organik tanah dan kesuburan tanahnya; (2) menekan pertumbuhan gulma yang merugikan; (3) memperlambat kecepatan angin sehingga memperkecil pohon kakao yang tumbang.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)
Sumber: http://www.sinartani.com