Djohardjo M. R. Padeda
FK – AP Kec. Kuanfatu

Hari itu, tanggal 14 Mei 2009 biru langit begitu cerah secerah hati Peserta Studi Banding dari Kecamatan Kuan Fatu yang menuju ke sebuah desa yang cukup jauh dipedalaman Kabupaten Kupang, tepatnya desa Oeletsala dan Baumata. Berdasarkan musyawarah, Peserta Studi Banding berjumlah 140 orang, masing-masing desa mengirim 15 orang wakil yang terdiri dari pemerintah desa, BDP dan badan pengurus kelompok tani dari 7 desa berpartisipasi dalam program PNPM – Agribisnis Perdesaan, yaitu Desa Kuanfatu, Kelle, Kusi, Kakan, Basmuti, Lasi dan Olais. Semua berkumpul di kantor UPK “Embun Tapan” Kuanfatu tepat pukul 08.00 WITA , semua mempersiapkan segala keperluan keberangkatan studi Banding ke kebun percontohan politeknik Negeri Kupang dan kelompok peternakan Oeletsala Kabupaten Kupang, binaan LPM Undana Kupang. Kedua lokasi ini dipilih menjadi sasaran studi banding karena kedua kelompok tersebut dinilai telah berhasil dalam menerapkan usaha tani.Rombongan studi banding didampingi oleh Fasilitator Kecamatan Agribisnis Perdesaan dan Pendamping Lokal Agribisnis Perdesaan bersama staff UPK “Embun Tapan” serta Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang bertugas mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung. Tepat pukul 09.30 WITA rombongan berangkat meninggalkan Kuanfatu dengan menumpang 4 buah Bis.

Lima jam waktu perjalanan dari Kecmatan Kuanfatu ke lokasi studi banding memberikan pernak-pernik peristiwa tersendiri bagi rombongan Peserta. Awal keberangkatan, tawa dan canda serta perbincangan tentang pengalaman yang akan didapat nanti ketika tiba di lokasi menjadi topik utama. Namun, kelucuan mulai nampak ketika lama waktu perjalanan membuat banyak Peserta mabuk dan meminta kembali saja ke Kuanfatu. Hmmm…..keempat Bis-pun akhirnya harus beberapa kali berhenti untuk memberikan peluang kepada para peserta menghirup udara segar agar mengurangi mabuk perjalanan, jenuh dan lelah dalam perjalan. Perjalanan tetap berlanjut, dendang musik cukup membius Peserta menikmati perjalanannya. Dimaklumi, ketika banyak Peserta belum terbiasa keluar Desa menempuh perjalanan ke Ibukota Provinsi, sebagian besar menyatakan bahwa ini merupakan pengalaman pertama. Segala pengalaman ini membuat kami Pelaku berefleksi, bagaimana berbincang tentang kemajuan ketika masyarakat Desa masih terisolasi akan informasi dan perkembangan daerah lain.

Pukul 15.30 WITA, rombogan tiba di sebuah penginapan Wilson di wilayah Oesapa-Kupang, disana sudah hadir beberapa BDSP yang menjadi Narasumber pada kegiatan kunjungan lapangan. Setelah rombongan menikmati sajian minuman sore dan makan malam yang disiapkan oleh Panitia selesai, dilanjutkan dengan arahan dari BDSP Politani dan LPM Undana sebagai masukan pada paserta studi banding sebelum melakukan kujungan lapangan. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok menuju ke Kebun Percontohan Politani – Baumata dan kelompok lain ke lokasi peternakan di desa Oeletsala, masing –masing didampingi oleh TPK, UPK BDSP yang dikoordinir oleh Fasilitator Kecamatan Agribisnis Perdesaan dari PNPM – AP.

Ragam diskusi dan berbagi pengalaman dilakukan, membahas tentang hidup berkelompok, usaha tani, dan strategi bagaimana membangun kelompok di masing-masing desa. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Ir. Petrus Kune, M.Si. BDSP dari LPM Undana dan Bapak Zainal Arifin, MP, Ir. penanggungjawab kebun percontohan Politeknik Pertanian Negeri Kupang yang juga memberikan informasi kepada para peserta studi banding menyangkut berbagai teknik Agribisnis. Diskusi berlangsung dalam suasana yang santai dan penuh keakraban. Fokus diskusipun diarahkan pada bagaimana usaha tani yang baik. Ketua Kelompok Peternakan desa Oeletsala misalnya menjelaskan mengenai berbagai aktifitas kelompok yang telah dilaksanakan seperti administrasi kelompok, jadwal kerja kelompok serta aturan dan sanksi kelompok dan lain sebagainya. Selain itu peserta saling bertanya dan membagi pengalaman tentang kondisi kelompoknya kepada peserta dari kelompok lain.

Diskusi dan berbagi pengalampun akhirnya ditutup tetap pada pukul 13 .00 wita. Satu jam berikutnya para peserta studi banding diberi kesempatan jalan-jalan keliling kebun percontohan dan kandang peternakan untuk melihat potensi kelompok seperti ketersediaan pakan ternak (HMT) dan usaha horticultura dan dilanjutkan dengan makan siang bersama sebagai acara perpisahan.

Pukul 15.00 wita rombongan studi banding meninggalkan desa Baumata dan Oeletsala menuju Kuanfatu dengan membawa sejuta pengalaman yang sudah ditimbah di dua desa tersebut. Berbagai perasaan bergolak dalam hati masing-masing peserta kira-kira bagaimana kondisi kelompok dan anggotanya kedepan? Pertanyaan ini akan tetap menjadi pertanyaan sepanjang belum ada kemauan dari anggotanya untuk berubah dan mau bekerja keras.

“Etos kerja sebuah kelompok dan pengaruhnya terhadap perkembagan kelompok ada kaitan antara perkembangan anggota dan sikap dari anggota itu terhadap makna kerja kelompok.. “