oepliki

Sumber: http://www.ppk.or.id/content.asp?id=1591&mid=126

PNPM Mandiri baru saja menyelesaikan Workshop PNPM-Agribisnis Perdesaan (SADI). Apa saja hasilnya?

Dalam rangka evaluasi pelaksanaan PNPM-Agribisnis Perdesaan (SADI) TA 2008-2009, Satuan Kerja PNPM Mandiri Perdesaan menyelenggrakan Workshop khusus SADI. Workshop tersebut digelar di Jakarta selama lima hari, dari Jumat-Selasa (30 Oktober-3 November 2009). “Workshop ini juga digelar dalam rangka optimalisasi kegiatan TA 2009,” demikian Paembonan, Sekjen Dirjen PMD, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Workshop berskala nasional ini diikuti oleh pelaku PNPM-Agribisnis Perdesaan, mulai dari tingkat nasional hingga kabupaten. Juga dihadiri oleh wakil dari Bank Dunia. Hingga hari terakhir pelaksanaan, workshop menggarisbawahi beberapa hal krusial dalam pelaksanaan program. Hal itu dilaksanakan mengingat segera berakhirnya batas waktu pencairan dana TA 2009 untuk proyek yang melekat pada PNPM-Perdesaan ini pada pertengahan 2010, yakni Desember 2009.

Diantara hal yang dibahas adalah penggunaan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dan Dana Operasional Kegiatan (DOK), kekosongan dan mobilisasi konsultan/fasilitator, keberlanjutan program, serta dokumentasi program. “Hal-hal tersebut kiranya bisa menjadi pedoman. Karena waktu kita yang sangat terbatas, maka koorinasi yang baik adalah solusi dalam menyelesaikan masalah,” ujar Arwan E. Surbakti, Direktur Kelembagaan dan Pelatihan Masyarakat, Ditjen PMD, dalam sambutan tertulis pada penutupan acara tersebut, di Jakarta.

Menurut Jackie Pomeroy, Direktur Program SADI, program ini merupakan kerjasama dengan tingkat kelompok petani untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka. Oleh sebab itu, perlu diupayakan perbaikan program dan menciptakan program yang lebih baik, lebih besar dan lebih cepat untuk membantu kelompok petani di tanah air. “Untuk setiap kegiatan baru pasti selalu ada halangan dan rintangan tapi dibalik itu pasti ada jalan keluarnya dengan rencana kerja yang telah dibuat dan sangat logis,” ungkap Jackie.

Workshop ini menghasilkan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) optimalisasi kegiatan TA 2009 dan penyelesaian kegiatan hingga pertengahan 2010. Semoga RKTL tersebut dapat diterapkan dengan baik dan hasilnya benar-benar optimal.