DSC04244

Sumber: http://www.ppk.or.id/content.asp?id=1592&mid=126

Keterampilan para petani di lokasi PNPM-Agribisnis dilaporkan meningkat. Seperti apa?

Berdasarkan laporan dari sejumlah lokasi pilot proyek Smallholder Agribusiness Development Initiative (SADI) atau yang dikenal dengan PNPM-Agribisnis Perdesaan, diketahui bahwa keterampilan para petani di lokasi program mengalami peningkatan. “Program memberikan manfaat nyata, terutama dalam peningkatan keterampilan para petani dalam mengelola hasil-hasil pertanian mereka,” demikian laporan perwakilan pelaku program dari berbagai lokasi. Hal itu terungkap dalam Workshop PNPM-Agribisnis di Jakarta, yang berakhir awal November 2009.

Pilot proyek yang melekat pada PNPM-Perdesaan ini mengajak masyarakat/ para petani merencanakan, menentukan dan melaksanakan kegiatan berbasis pertanian guna meningkatkan pendapatan rumahtangga dan kesejahteraan petani secara umum. Program ini dilaksanakan di empat provinsi di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan mendapat dukungan pendanaan dari hibah Pemerintah Australia (AusAID). Keempat provinsi tersebut adalah Sulawesi selatan, Sulawesi Tenggara, NTT dan NTB.Sejumlah usulan masyarakat, dalam hal ini para petani, telah dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya. Baik usulan peningkatan kapasitas maupun pembangunan prasarana/sarana yang mendukung pertanian. Para petani di Sulawesi Selatan, misalnya, akhirnya memperoleh pelatihan TOT Padi SRI yang mereka idamkan dengan dukungan dana dari PNPM-Agribisnis. Sementara di Sulawesi Tenggara, petani kini memiliki kios usaha tani dan kandang demplot penggemukan sapi potong.

Para petani di NTT juga telah merasakan manfaat program. Mereka, misalnya, kini memiliki jalan usaha tani yang layak, serta memiliki saluran irigasi yang lebih baik. Selain dapat lebih mudah menuju ke sawah/ladang, rehab jalan usaha tani ini dapat memperlancar pengangkutan hasil panen mereka ke pasar. Sebelumnya, sebagian besar badan jalan rusak sehingga sulit menuju sawah/ladang, terlebih saat musim penghujan. Perbaikan jalan usaha tani ini pada gilirannya mengurangi praktik ijon, sehingga harga jual hasil panen bisa lebih tinggi.

Di NTB, para petani rumput laut merasa sangat terbantu dengan lantai jemur rumput laut yang mereka bangun dengan dukungan dana PNPM-Agribisnis. Sedangkan petani penggarap sawah, kini dapat meningkatkan produksi menyusul direhabnya saluran irigasi yang mengairi sawah-sawah mereka. Tidak hanya itu, para petani juga dapat saling bertukar pikiran di tempat yang lebih nyaman sekaligus tidak perlu kuatir ternaknya hilang.

Mereka telah memiliki pondok pertemuan pertanian dan kandangkolektif yang diusulkan dan dibangun bersama dengan dukungan dana program. Sejumlah petani di NTB juga telah mendapatkan peningkatan kapasitas terkait sejumlah komoditas agribisnis. Peningkatan kapasitas para petani diharapkan akan terus bertambah seiring pelatihan-pelatihan agribisnis di lokasi-lokasi program.

Menurut Direktur Program Management Officer (PMO) SADI, program ini merupakan kerjasama tiga pilar, yakni PNPM Agribisnis Perdesaan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, International Finance Corprotation (IFC) yang berfokus pada aspek pemasaran komoditas bekerjasama dengan pihak swasta serta Australian Center for International Agricultural Research (ACIAR) yang bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) berfokus pada dukungan riset pertanian yang adaptif bagi masyarakat petani.

Dalam workshop tersebut dibahas beberapa hal penting. Antara lain, strategi penyerapan dana BLM dan sisa DOK sampai dengan berakhirnya program, Desember 2009. Juga mengenai kekosongan konsultan/fasilitator, Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) akselerasi kegiatan TA 2009, serta langkah-langkah pelestarian kegiatan sampai dengan enam bulan kedepan (semester pertama 2010).