Laporan Kegiatan Pelatihan Kader Agribisnis Desa dan Pendamping Lokal Agribisnis

Judul pembuka diatas sempat terlontar dan kemudian tertulis dalam usul saran dari salah satu Partisipan pada pelaksanaan pelatihan pelaku kader dan pendamping lokal agribisnis yang diselenggarakan tanggal 15 s/d 18 Nopember 2009. Kegiatan ini diselenggarakan di Ibukota Kabupaten dan diikuti oleh para Pelaku program dari 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Golewa, Riung Barat, dan Aimere.

Kegiatan Pelatihan ini dilakukan dengan memanfaatkan Dana Operasional Kegiatan (DOK) TA. 2009 dari masing-masing Kecamatan dan dikelola oleh perwakilan Unit Pengelola Kegiatan (UPK). Anggaran yang dikeluarkan untuk pelaksanaan kegiatan Pelatihan ini mencapai 72 Juta rupiah yang dibebankan pada masing-masing Kecamatan berdasarkan atas jumlah utusan Partisipan dari masing-masing Kecamatan. Total Partisipan pelatihan yang hadir adalah 75 orang, dari Kecamatan Golewa sebanyak 38 orang, Kecamatan Aimere sebanyak 25 Orang, dan Kecamatan Riung Barat sebanyak 12 orang.Beberapa tema pelatihan yang dibahas dalam pelatihan yaitu menggagas masa depan desa atau biasa disebut dengan MMDD melalui metode PRA dan analisa SWOT. Pembahasan materi MMDD dilakukan dengan mengkaji pelaksanaan MMDD yang selama ini dilakukan oleh para Pelaku Kader dan Pendamping Lokal Agribisnis di lapangan. Dari hasil pelaksanaan kegiatan MMDD, diakui oleh Partisipan bahwa proses pelaksanaan MMDD yang selama ini dilakukan masih berjalan optimal. Hasil pelaksanaan MMDD yang selama ini dilakukan masih belum dapat mengampu usulan kegiatan strategis bidang agribisnis sebagai bidang yang potensial dan menjadi identitas Masyarakat Perdesaan. Padahal, hasil MMDD yang dilakukan melalui penggalian gagasan yang dilakukan akan masuk menjadi dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).

Melalui metode SWOT, hasil penggalian gagasan yang selama ini menggunakan 3 (tiga) alat kaji yaitu kalender musim, peta sosial desa, dan diagram venn kemudian dikaji lebih mendalam untuk merumuskan usulan-usulan kegiatan strategis yang dapat dirujuk untuk menyusun RPJMDes. Banyak Partisipan mengakui bahwa dengan menggunakan SWOT, analisa yang mereka lakukan untuk merumuskan sebuah kegiatan lebih utuh dan terpadu.

Beberapa materi lain yang dibahas antara lain mengenai administrasi pembukuan usaha, manajemen pemasaran, manajemen kelembagaan kelompok tani, pengenalan agribisnis dan faktor penentu keberhasilan usaha tani. Pada penyampaian materi manajemen pemasaran, dinamika Partisipan sangat terlihat ketika mereka melakukan permainan “Anda Jual, kami Beli”. Dari permainan tersebut partisipan dapat mengambil beberapa pembelajaran dalam melakukan sebuah transaksi usaha komoditi pertanian. Dari seluruh materi yang diberikan, Partisipan cukup memberikan apresiasi yang baik. Berikut adalah tabel rata-rata hasil penilaian Partisipan terhadap proses pelaksanaan Pelatihan.

Kegiatan pelatihan berakhir pada Pukul Satu  Siang Tanggal 18 November 2009, dan warna kegelisahanpun nampak di kebanyakan Partisipan Pelatihan. Mengingat, Pilot Project PNPM-AP / SADI yang akan closing-date pada tanggal 31 Desember 2009. Sementara, harapan untuk mengembangkan ekonomi perdesaan berbasis agribisnis dari kaum Petani di masing-masing Desa yang begitu tinggi. Ada paradoks antara harapan dan kenyataan yang mereka rasakan pada pelaksanaan program pengembangan agribisnis yang selama ini mereka harus lagi-lagi maklumkan. Maklum atas lahirnya kebijakan-kebijakan yang seringkali belum bijak dalam mendengar suara tersembunyi dari sebagian besar masyarakat desa. Vox Populi Vox Dei memang masih menjadi hal yang utopis, tersekat bangunan kepentingan para pemangku di sudut-sudut meja yang memutuskan segala hal dari puncak menara gading. Namun, toh Partisipan masih memiliki kepercayaan bahwa semua akan indah pada akhirnya!!!