Smallholder Agribusiness Development Initiative (seterusnya: SADI) atau Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Agribisnis Perdesaan (seterusnya: PNPM AP) merupakan program percepatan penanggulangan kemiskinan dengan meningkatkan pendapatan petani perdesaan melalui peningkatan produksi dan akses pemasaran hasil pertanian menggunakan mekanisme kelembagaan PNPM Mandiri Perdesaan (seterusnya: PNPM MP). Kegiatan PNPM AP terutama berkaitan dengan bagaimana memecahkan permasalahan dan mengembangkan potensi pertanian perdesaan, mulai aspek perencanaan produksi, proses produksi, pasca produksi sampai dengan pemasaran hasil pertanian. Pendekatan yang digunakan adalah partisipatif dan berbasis pada kelompok tani atau kelembagaan yang telah ada di masyarakat, sehingga PNPM AP diharapkan mampu meningkatkan mutu usulan kegiatan dalam proses perencanaan pembangunan secara partisipatif khususnya dalam bidang pengembangan potensi Pertanian Perdesaan berikut upaya mengatasi masalah yang dihadapi.

PNPM AP mendukung perluasan model PNPM Mandiri Perdesaan terutama bagi kegiatan pengembangan ekonomi produksi pada tingkat rumah tangga. Masyarakat perdesaan dibantu untuk mengidentifikasi kendala-kendala utama dan peluang terhadap produksi dan akses pasar hasil pertanian. Dalam kegiatan ini masyarakat petani di perdesaan akan mendapatkan bantuan teknis dari tenaga ahli sesuai dengan usulan dari masyarakat melalui mekanisme kompetisi.
PNPM AP merupakan program pemerintah dengan dana yang berasal dari grant pemerintah Australia, Nomor TF057097. Dalam pelaksanaannya, PNPM AP akan bekerjasama dengan dua komponen lain dalam pilot proyek SADI, yaitu IFC (International Finance Corporation) yang akan meberikan dukungan dalam hal akses terhadap pasar dan keuangan, dan ACIAR (Australian Center for International Agricultural Research) yang akan mendukung dengan mensuplai hasil-hasil penelitian adaptive untuk memecahkan masalah yang dihadapi petani.

Tujuan Umum PNPM AP adalah mempercepat penanggulangan kemiskinan dengan cara meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan kapasitas kelompok petani miskin, produktifitas serta akses pemasaran hasil pertanian perdesaan.

Tujuan khusus PNPM Agribisnis Perdesaan adalah:
1. Meningkatkan kemampuan petani miskin dalam memenuhi ketersediaan sarana produksi pertanian.
2. Mendorong peningkatan jumlah dan mutu produksi pertanian petani miskin.
3. Meningkatkan pendapatan petani miskin dengan mengurangi hambatan pasca panen sampai dengan pemasaran hasil pertanian.
4. Meningkatkan kinerja kelembagaan masyarakat tani melalui peningkatan kapasitas organisasi kerja kelompok tani.
5. Mendorong kemitraan kelompok tani dengan sektor perbankan / lembaga keuangan dan swasta.

Sasaran Program: 1) Petani miskin; 2) Kelompok tani kecil (smallholder agribusiness); 3) Kelembagaan masyarakat tani dan pemerintahan lokal.

Lokasi Program
Pada Tahun Anggaran 2008, PNPM-AP masih dalam bentuk pilot program, dilaksankan di 24 Kecamatan, 8 kabupaten yang ada di 4 (empat) provinsi di Wilayah Indonesia Timur, yaitu : Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Khusus di Nusa Tenggara Timur lokasi pilot program terdapat di Kab. Ngada (masing-masing di Kec. Golewa, Aimere, dan Riung Barat) dan Kab. Timor Tengah Selatan (masing-masing di Kec. Mollo Utara, Amanuban Selatan, dan Kuan Fatu).

Besaran Alokasi Dana
Dana Operasional Kegiatan (DOK) TA. 2008 di setiap kecamatan lokasi pilot program adalah sebesar Rp. 100.000.000,- per tahun. Sedangkan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) TA. 2008 pada setiap kecamatan sebesar Rp. 1.100.000.000,- per tahun.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dapat menghubungi:
Jl. Anggur No 10 A, Kebun Raja Naikoten I – Kupang NTT ; Phone/Fax: 0380 823937